Ini adalah kelemahanku.. Sangat lemah.. Aku tak bisa mengendalikan amarah.. Setan2 tertawa melihatku menggila karena emosi.. Mereka puas karena berhasil untuk membujukku tinggal dan meluap.. Menyikit diri sendiri dan orang lain,, baik dengan lidah maupun dengan tangan.. Dari dulu aku tak pernah berubah.. Selalu mengikuti perkataan setan.. Membiarkan mereka menguasai hatiku yang lemah.. Kata2 mengalir dari mulutku bagai banjir lahar.. Tangan ku menari tanpa mengenal sakit.. Amarah merubahku menjadi makhluk yang menakutkan.. Aku seperti manusia serigala yang melihat bulan purnama.. Malam itu aku telah melepaskan amarahku tanpa kendali.. Hanya untuk masalah yang tak berarti.. Yang jika seandainya aku berlalu dan meninggalkan waktu,, semua akan baik2 saja.. Hening dan kebisuan akan mengembalikan keadaan seperti semula tanpa harus ada penyesalan.. Tapi lagi2 kata maaf itu harus terucap untuk kesekian kalinya.. Maaf yang tidak seharusnya ada.. Maaf yang melelahkan dan membosankan.. Maaf padanya dan padaNya.. Dan juga pada diriku sendiri.. Aku telah menjauhkan jiwaku dari pemiliknya.. Bukan pertengkaran itu yang membuatku sedih dan terpuruk.. Tapi pergumulan batin ini yang membuatku bimbang.. Aku ingin terbebas dari belenggu setan bernama marah.. Aku ingin menutup telingaku dari bisikannya.. Aku tahu akan susah untuk sifat seperti diriku.. Tubuh dan jiwaku telah menjadi sarang mereka.. Aku harus mengusirnya,, mengusir mereka dari jasadku dan dari jiwaku.. Ruh ku harus diselamatkan.. Aku bukanlah orang yang bisa memegang janji,, karena itu aku tak akan berjanji.. Tapi aku akan berusaha melawan dan bertahan.. Aku harus kembali padaNya.. Aku tak ingin Dia menjauhiku.. Aku tahu aku tak akan bisa sempurna melakukannya.. Tapi aku akan melawan musuh bebuyutanku ini.. Nafsu dan amarah harus dijinakkan..